Hadroh Mulai Dihidupkan Kembali
Rabu 8 November 2017

Butuh - Hadroh merupakan kesenian islami yang sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad. Hadroh diiringi dengan lantunan musik rebana atau terbangan. Salah satu Desa yang sedang menghidupkan kembali kesenian silami hadroh tersebut adalah Desa Butuh.

Dua kelompok hadroh untuk remaja dan ibu-ibu di Dukuh Butuh RT.7RW.1. Masing-masing bernama hadroh Al Mubarok dan hadroh Nurul Jannah. “Kalau yang dulu juga pernah ada dan aktif ke pengajian-pengajian. Kini untuk menghidupakannya kembali, mulai ada yang baru lagi,” kata Putri, salah satu pelopor dan pengajar hadroh.

“Dulu dibuat berkumpul biar ada kesenian islaminya. Alhamdulillah jalan. Ibu-ibu cari waktu luangnya. Lokasinya di sini disana bisa pindah-pindah,” lanjutnya. Jadwal latihan untuk anak-anak setiap hari Sabtu. Tidak hanya anak-anak TPQ Al Mubarok yang sudah remaja. Tetapi juga anak-anak yang masih kecil antusias belajar hadroh. “Untuk ibu-ibu sekitar 20 anggota. Rata-rata lebih sering ibu-ibunya belajar hadrohnya,” kata Putri.

Peralatan hadroh merupakan peralatan yang berasal dari sumbangan warga. Peralatan tersebut dapat dimanfaatkan seadanya untuk belajar hadroh. “Intinya, penting anak-anak semangat nanti kita carikan peralatannya dan diusahakan untuk latihan bersama,” ungkap Putri.

Kedepannya, kesenian islamiyah di Desa Butuh tetap bisa berjalan dan berkembang. Sehingga untuk budaya keseniannya bisa seimbang. Banyak warga yang lebih mengenal kesenian islami dan budaya lainnya

Berita Terkini
Bersih Desa Butuh
Rabu 8 November 2017
Posyandu Desa
Rabu 8 November 2017
Perbaikan Dam Desa Butuh
Rabu 8 November 2017